Sabtu, 25 Februari 2012

Tas Rok Hijau

Apa kalian suka membongkar isi lemari tua?

Saya sangat suka membongkar isi lemari tua, sering saya menemukan harta karun di sana. Nah pernah saya membongkar isi lemari tante dan menemukan sebuah rok jins hijau dari era tahun 80an (sepertinya),  segera saya mengamankannya, tentu saja setelah meminta izin kepada pemiliknya. Tapi sayangnya, pas dicoba, ternyata rok ini terlalu besar untuk saya. Saya pikir kenapa tidak saya menguji kemampuan menjahit saya dan mencoba mengecilkan sendiri rok ini agar muat dibadan saya. Dasar penjahit amatiran, ternyata saya jadi bingung sendiri bagaimana mengecilkannya. Kesal sendiri, akhirnya rok ini saya simpan saja di lemari dan kemudian terlupakan…

Sampai suatu hari, lemari yang sudah sangat berantakan itu sudah waktunya dirapikan. Bukan saya si yang merapikan, tapi tante saya. Saya suka malas merapikan sesuatu yang berdebu, bawaanya bersin-bersin lalu setelah itu flu seminggu. Maklum saya alergi debu!!!

Tanteku menemukan rok ini dan berniat menjadikannya kain pel atau alas kaki -___-, untunglah saya sempat melihatnya dan menyelamatkannya. Setelah mengamati terlintaslah di kepala saya untuk mengubah rok ini menjadi tas. Dan ternyata hasilnya lucu juga….



Bagaimana menurut kalian???

Early American Life From Mbak Hany

Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, akhirnya majalah pemberian Mbak Hany ini sampai juga ke pelukan saya.

Makasih mbak untuk majalahnya, saya suka sekali, meskipun saya belum baca semuanya (banyak kata yang harus dicek di kamus dulu). Saya baru melihat-lihat dan menikmati gambarnya, itu pun sudah exited banget.
Sering-sering ngadain giveaway lagi ya mbak V^^

Beberapa gambar di dalam majah ini





Hihihi.... Temannya Papu!


Mupeng banget liat kamar ini... .___.

Ada inspirasi untuk membungkus hadiah...


Resep makanan!!! Yang ini duluan dibaca :p
 
 
Oh ia saat saya memposting tulisan ini Pojok Utak-atik, blognya Mbak Hany mengadakan giveaway lagi dan berhadiah majalah tentang New Hampshire, buruan ikutan!!!

Selasa, 21 Februari 2012

Untuk Gadis Kecil Sepuluh Tahun yang Lalu

Dear Dwi…

Sepuluh tahun yang lalu, saat itu kau sedang memasuki dunia yang baru. Kau baru saja menamatkan SD dan segera akan masuk SMP. Kau akan berpisah dengan teman-teman mu yang selama enam tahun ini bersama belajar dan bermain. Entah kapan kalian bisa bertemu lagi. Aku tahu kau tidak sedikit pun merasa takut, kau malah begitu bersemangat memasuki dunia baru. Kau merasa itu sebuah petualangan yang mendebarkan.

Ya, benar, bersenang-senanglah. Nikmati petualanganmu. Temukan teman-teman terbaikmu di sana. Mengenai pelajaran, jangan terlalu memusatkan perhatianmu di sana, kau toh memang anak yang pintar, hanya tak suka ditekan dan didikte. Sedikit rahasia, nantinya kau akan bertemu, berteman, kemudian bersahabat dengan seorang anak yang berkepribadian unik. Dia akan menjadi salah satu sahabat terbaikmu, hingga sepuluh tahun mendatang, bahkan mungkin untuk selamanya. Saranku, ketika kau menunggu pete-pete, jangan ragu menyapa seseorang yang juga sedang menunggu pete-pete yang sama saat itu. Jika kau cukup malu untuk menyapa terlebih dahulu, tenanglah, bersiaplah tersenyum, anak ini akan menghampirimu duluan dan mengajakmu berkenalan. Lalu mengoceh tiada henti. Bersabarlah, lama-lama kau akan menyukai kecerewetannya itu. Namanya Sarah Setirah.

Selain Sarah, kau akan menemukan beberapa sahabat lainnya. Bertahap mereka akan bermunculan. Selain itu kau akan mulai menaksir teman cowokmu. Jangan malu dengan perasaan ini, toh sepuluh tahun mendatang, saat kau menuliskan surat ini dan mengingat kejadian tersebut kau akan menjadi sangat terhibur dan tertawa. Menertawakan cowok-cowok yang kau taksir dan mengapa kau menaksirnya. Menertawakan hayalan-hayalanmu jika kau berpacaran dengannya. Dan terutama menertawakan saat-saat perasaanmu tak berbalas, atau malah berbalas tapi kau malah terlalu malu untuk hanya sekedar menyapa.

Yang paling penting dari semua itu, teruslah menulis di buku harianmu dan di manapun kau ingin menulis sayang. Dan jangan lupa menamakan buku harianmu itu, “Ghaza”. Ghaza akan menjadi satu-satunya sahabat yang mengetahui rahasia dan ambisi terkelammu. Dia akan menemanimu melewati saat-saat tersulit dalam hidupmu. Dan membantumu mengenali, mengerti, dan memahami dirimu sendiri. Dengan adanya Ghaza kau akan tetap utuh, waras, dan ada saat menghadapi cobaan dua tahun mendatang. Berbahagialah dengan ketidaktahuanmu.

Dan terakhir Dwi, aku bangga kepadamu. Sangat bangga. Terimakasih karena telah menjadi anak yang tidak takut akan perubahan dan menikmati hal-hal baru. Terimakasih telah menghadirkan dalam kehidupanmu, kehidupanku, seorang Ghaza…

Makassar, Minggu 19 Februari 2012
Dwi Ananta

*Awalnya ini diniatkan untuk ikutan #dearyoungerme tapi karena suatu hal jadi baru bisa diposting sekarang

Sabtu, 18 Februari 2012

Coretan Tengah Malam

Ia luruh...
Layu bersama tetesan embun.
Menyisakan tangkai.
Tanpa keindahan
dan tanpa keharumannya lagi
kemudian terlupakan...
*****

Apa yang sedang kau pikirkan gadis keci?
Begitu indah senyuman yang menghias wajahmu...
Bolehkah aku mengtahui hal apa yangv membuatmu tersenyum?
Hati ini begitu mendamba senyuman itu.

Apa yang kau pikirkan?
Kebahagiaan macam apa yang kau rasakan?
Begitu kontras senyuman itu dengan keadaan disekeliling mu.
Hujan. Darah. Bau busuk sampah.
Senyumanmu memberikan cahaya disekeliling,

Meskipun kau tersenyum diatas mayat ayahmu.
Dengan tangan yang berlumuran darah.
Maukah kau menceritakan kebahagiaan apa ini?
Maukah kau membaginya?
*****

Kerlap bintang memantul dari kedua bola matanya
titik hujan musim panas menyatu dengan air matanya
lirih isak tangisnya teredam hiruk-pikuk dunia.

Siapa dia? Bukan siapa-siapa.
Hanya seorang manusia diantara bertrilyun-trilyun manusia yang hidup di bumi ini.
Tidak diperhatikan, terkadang hanya dianggap sampah.

Terduduk ia menangis.
Menangisi diri.
Menangisi dunia.
Siapa ia?
bukan siapa-siapa....
*****

Perlahan ia menapaki malam tak berbintang.
Mencari jejak suatu masa.
Dimana dikala itu didunianya yang kecil,
tak pernah ia mengenal kekecewaan.
Ia berjalan...
dan terus berjalan...
Hanya saja ia baru menyadari, ia tak memiliki jalan kembali.

*****

Apakah kau mengenal lelaki itu?
Lelaki tampan dengan senyuman memikat.
Dengan sekelompok parasit yang mengelilinginya.
kasihan...
Ia bocah yang tersesat dalam mimpi tanpa teman...
*****

_Makassar 16 Februari 2012, 11.02pm

Cap Go Meh


















Tanggal  5 Februari yang lalu saya berhasil membujuk keluarga ke acara Cap Go Meh disepanjang jalan Sulawesi. Begitu banyak manusia yang datang, jalannya dempet-dempetan dengan cuaca yang begitu panas, padahal acaranya malam. Sepanjang jalan berjejer penjual makanan dan Kelenteng terbuka selebar-lebarnya untuk yang ingin memasukinya. Baru kali ini akhirnya saya melihat dan mengetahui isi dari Kelenteng itu apa. Hari itu sungguh menyenangkan...
Senang melihat setiap etnis akur-akur saja dan menjaga toleransi antar bersama....
Meskipun setelah hari itu ada masalah lagi antar warga Toraja dan Entis Tionghoa .________.

Penghuni Baru Kamarku



Alhamdulillah... Sebuah keinginan lagi tercapai, keinginan untuk memiliki sebuah lemari untuk menyimpan tumpukan buku-buku yang pernah saya posting di Daftar Keinginan akhirnya terwujud. Terimakasih untuk tante Amma ku tersayang yang telah memberikan lemari ini untukku...

Cukup lama saya menantikan kedatangan lemari ini. Berhubung lemari ini pembuatannya dipesan terlebih dahulu, jadi datangnya lumayan lama. Badannya terbuat dari besi (alumunium kata Lelaki Mentariku) dan kaca, sehingga saya tidak perlu takut ia akan digrogoti oleh rayap. Dan meskipun menurut saya lemari ini masih kurang besar karena komik-komik ku dan buku dari rumah yang satu belum dimasukkan, setidaknya lemari ini bisalah menampung sebagian besar buku-buku yang mulai bertumpukan dan berdebu...

Selasa, 14 Februari 2012

Pilihan

Dan tibalah hari dimana Hercules merasa sudah waktunya ia memutuskan bagaimana menggunakan kekuatan luar biasa yang diberikan para dewa kepadanya; untuk menentukan hal tersebut ia bersemedi seorang diri di tempat yang sepi dan terpencil di tengah hutan.
Saat sedang bersemedi itulah, tiba-tiba dua perempuan cantik muncul di hadapannya. Perempuan pertama tampil dengan sikap penuh tipu daya dan luar biasa, wajahnya dirias dan pakaiannya mencolok serta menarik perhatian; sedangkan perempuan kedua memiliki pembawaan mulia dan berpenampilan sederhana. Kedua perempuan itu adalah Vice (kejahatan) dan Virtue (kebenaran).

Vice melangkah ke depan dan berkata kepada Hercules: “Jika kau melangkah di jalanku dan menjadikan aku temanmu, hidupmu akan dipenuhi dengan kesenangan dan kenikmatan. Kau akan merasakan segala bentuk kenikmatan yang bisa didapat di dunia ini; makanan dan minuman anggur terbaik, tempat tidur termewah dan perempuan tercantik akan selalu tersedia untukmu, dan semua ini tersedia tanpa kau mengeluarkan keringat, baik secara fisik maupun mental.”

Kemudian Vitrue berbicara, ia berkata: “Jika kau mengikutiku dan menjadi temanku, aku akan menghadiakanmu hati nurani yang baik, serta cinta dan rasa hormat dari sesama  manusia. Aku tak bisa memenuhi jalanmu dengan bunga mawar, atau memberimu kehidupan penuh kemalasan dan kenikmatan, karena kau harus tahu bahwa para dewa takkan mengabulkan hal yang kau inginkan jika tidak dengan kerja keras. Dan apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai.”

"Siapa yang akan diikuti oleh Hercules?"
"Ahhh... Aku tidak mengambil pusing apa yang akan dipilih oleh Hercules!"
"Lalu ini semua untuk apa?"
"Hanya tentang hidup itu sendiri... Suatu saat akan datang sebuah pilihan pada kita, pilihan berbuntut pada jalan manakah yang akan kita ambil, teman seperti Vice atau Vitrue-kah yang akan kita pilih untuk menjalani perjalanan kita."

Pada kenyataannya setiap manusia, tidak perduli dia seorang pahlawan atau bukan, suatu saat akan dihadapkan kepada dua pilihan tersebut. Bahkan tidak hanya sekali, berkali-kali Vice dan Vitrue akan mendatangi kita, menawarkan sebuah pilihan. Vice dan Vitrue, atau yang lebih umum, malaikat dan iblis, akan selalu bertarung di dalam diri manusia, berusaha mengumpulkan pengikut sebanyak mungkin. Lalu jalan apa yang akan kita ambil? Karena yang ku ketahui setiap manusia berpotensi menjadi jahat atau baik.

Jadi siapa yang akan kita pilih?

“Semuanya hanyalah masalah pengendalian diri. Dan pilihan.”
_The Devil and Miss Prym, Paulo Coelho


*Gambar diambil disini



Senin, 13 Februari 2012

{.....}

Karena masalah teknis yang berurutan datangnya, untuk sebentara saya tidak dapat mengupdate postingan di blog ini.
Sedih rasanya, padahal begitu banyak yang ingin dibagi, begitu banyak yang ingin diceritakan...
Ahh... semoga saja besok ada kesempatan dan saya bisa setidaknya memposting 3 tulisan yang telah lama saya persiapkan.

Jumat, 03 Februari 2012

Seperti Ini



Suatu saat, seperti MV Just a Kiss, Lady Antebellum ini, kita akan berkelana bersama. Menaklukkan dunia...
Suatu hari nanti!!!

Share It